Penyajian Data

Posted: March 13, 2010 in ILMU ADMINISTRASI NEGARA, Pengantar Statistik

Garis besarnya ada dua cara penyajian data yang sering kali dipakai ialah tabel atau daftar dan garis atau diagram.
Macam – macam daftar yang dikenal :

  • Daftar baris kolom
  • Daftar kontingensi
  • Daftar distribusi frekuensi

Sedangkan diagram yang akan diuraikan di sini ialah :

  • Diagram batang
  • Diagram garis
  • Diagram lambang atau diagram simbul
  • Diagram pastel atau diagram lingkaran
  • Diagram peta atau kartogram
  • Diagram pencar atau diagram titik

Kegunaan daftarv     Daftar baris dan kolom digunakan apabila data yang disajikan berupa naskah dan banyak lagi penafsiran yang dibuat.v     Dartar kontingensi digunakan apabila apabila klasifikasi data yang dibuat banyak maksudnya dalam satu tabel terdapat banyak data .v     Daftar distribusi frekuensi digunakan apabila data tersebut menggunakan pengertian , adanya istilah yang ada di dalamnya, cara pembuatannya , penafsirannya . Ada istilah – istilah yang harus diperhatikan sebelum membuat daftar distributive : array ,data yang tidak terkelompok . dan data terkelompok.

Kegunaan diagramDiagram batang digunakan apabila data yang variabelnya berbentuk kategori atau atribut yang sangat tepat disajikan dalam bentuk diagram batang , untuk menggambar diagram batang digunakan sumbu datar dan sumbu tegak yang berpotong tegak lurus . Sumbu datar dibagi dibagi menjadi beberapa skala yang sama : demikian jugasumbu tegaknya . Kalau diagram dibuat tegak , maka sumbu datar dipakai untuk menyatakan atribut atau waktu. Kuantum atau nilai data digambar pada sumbu tegak. Diagram garis digunakan untuk menggambarkan keadaan terus atau berkesinambungan , misalkan saja menghitung keungan dari perbulan atau juga pertahun , kenaikan penduduk dalam setiap tahunnya , dan lain –lain. Sumbu darat menyatakan waktu sedangkan sumbu tegaknya melukiskan kuantum data tiap waktu.
Diagram pastel yang paling awal dibuat diagram lingkaran , lalu dibagi – bagi menjadi beberapa sektor . Tiap sektor melukiskan kategori data yang lebih dahulu diubah kedalam derajat . Diagram lingkaran ini sering digunakan untuk melukiskas data atribut.Diagram lambang sering digunakan untuk mendapatgambaran kasar sesuatu hal sebagai alat visual bagi orang yang awam , agar diagram tersebut bisa menarik perhatian yang melihat yang menjadikan orang tersebut mengerti apa yang dilihat dalam menafsirkan diagram lambang .
Diagram peta di namakan juga kartogram . Dalam pembuatannaya digunakan peta geografis tempat yang terjadi .Dengan demikian diagram ini melukiskan keadaan dihubungkan dengan tempat kejadiannya , disitu antara lain terdapat daerah atau juga pulau atau juga bisa melihat penduduk dalam daerah tersebut.
Diagram pencar digunakan untuk kumpulan data yang terdiri atas dua variabel dengan nilai kuantitatif , diagra dapat dibuat sumbu koordinat dan gambaryang merupakan kumpulan titik – titik yang terpencar.

CARA –CARA YANG DAPAT DIPAKAIDistributif frekuensi relatif dan kumulatif dalam daftar diatas frekuensi yang disajikan dengan banyak data jadi dalam bentuk absolut. Jika frekuensi dinyatakan dalam persen ,maka diperoleh daftar distribusi frekuensi relatif . Daftar distributif kumulatif dapat dibentuk dari daftar distribusi frekuensi biasa dengan jalan menjumlakan frekuensi demi frekuensi.
Histogram dan poligon frekuensi Untuk menyajikan dxata yang disusun dalam daftar distribusi frekuensi menjadi diagram batang , seperti biasa dipakai sumbu mendatar untuk menyatakan kelas interfal . Yang dituliskan pada sumbu datar adalah batas – batas kelas interfal. Sekarang tengah tengah tiap sis atas yang berdekatan kita dekatkan atau kita hubungkan dan sisi terakhir dihubungkan dengan setengah jarak kelas interfal pada sumbu datar , selain itu tinggi diagram tiap kalas harus disesuaikan karena tidak sama .

Model populasi semua data dalam populasi dapat dikumpulkan lalu dibuat daftar distribusi frekuensinya dan akhirnya digambar kurfa frekuensinya , maka kurva ini menjelaskan sifat atau kateristik populasinya , bisa juga menjelaskan ciri- ciri populasinya . Dalam praktek , model populasi ini biasanya bisa diperoleh dari sampel representatif yang diambil dari populasi itu .

Garis besarnya ada dua cara penyajian data yang sering kali dipakai ialah tabel atau daftar dan garis atau diagram.
Macam – macam daftar yang dikenal :

  • Daftar baris kolom
  • Daftar kontingensi
  • Daftar distribusi frekuensi

Sedangkan diagram yang akan diuraikan di sini ialah :

  • Diagram batang
  • Diagram garis
  • Diagram lambang atau diagram simbul
  • Diagram pastel atau diagram lingkaran
  • Diagram peta atau kartogram
  • Diagram pencar atau diagram titik

Kegunaan daftarv     Daftar baris dan kolom digunakan apabila data yang disajikan berupa naskah dan banyak lagi penafsiran yang dibuat.v     Dartar kontingensi digunakan apabila apabila klasifikasi data yang dibuat banyak maksudnya dalam satu tabel terdapat banyak data .v     Daftar distribusi frekuensi digunakan apabila data tersebut menggunakan pengertian , adanya istilah yang ada di dalamnya, cara pembuatannya , penafsirannya . Ada istilah – istilah yang harus diperhatikan sebelum membuat daftar distributive : array ,data yang tidak terkelompok . dan data terkelompok.

Kegunaan diagramDiagram batang digunakan apabila data yang variabelnya berbentuk kategori atau atribut yang sangat tepat disajikan dalam bentuk diagram batang , untuk menggambar diagram batang digunakan sumbu datar dan sumbu tegak yang berpotong tegak lurus . Sumbu datar dibagi dibagi menjadi beberapa skala yang sama : demikian jugasumbu tegaknya . Kalau diagram dibuat tegak , maka sumbu datar dipakai untuk menyatakan atribut atau waktu. Kuantum atau nilai data digambar pada sumbu tegak. Diagram garis digunakan untuk menggambarkan keadaan terus atau berkesinambungan , misalkan saja menghitung keungan dari perbulan atau juga pertahun , kenaikan penduduk dalam setiap tahunnya , dan lain –lain. Sumbu darat menyatakan waktu sedangkan sumbu tegaknya melukiskan kuantum data tiap waktu.
Diagram pastel yang paling awal dibuat diagram lingkaran , lalu dibagi – bagi menjadi beberapa sektor . Tiap sektor melukiskan kategori data yang lebih dahulu diubah kedalam derajat . Diagram lingkaran ini sering digunakan untuk melukiskas data atribut.Diagram lambang sering digunakan untuk mendapatgambaran kasar sesuatu hal sebagai alat visual bagi orang yang awam , agar diagram tersebut bisa menarik perhatian yang melihat yang menjadikan orang tersebut mengerti apa yang dilihat dalam menafsirkan diagram lambang .
Diagram peta di namakan juga kartogram . Dalam pembuatannaya digunakan peta geografis tempat yang terjadi .Dengan demikian diagram ini melukiskan keadaan dihubungkan dengan tempat kejadiannya , disitu antara lain terdapat daerah atau juga pulau atau juga bisa melihat penduduk dalam daerah tersebut.
Diagram pencar digunakan untuk kumpulan data yang terdiri atas dua variabel dengan nilai kuantitatif , diagra dapat dibuat sumbu koordinat dan gambaryang merupakan kumpulan titik – titik yang terpencar.

CARA –CARA YANG DAPAT DIPAKAIDistributif frekuensi relatif dan kumulatif dalam daftar diatas frekuensi yang disajikan dengan banyak data jadi dalam bentuk absolut. Jika frekuensi dinyatakan dalam persen ,maka diperoleh daftar distribusi frekuensi relatif . Daftar distributif kumulatif dapat dibentuk dari daftar distribusi frekuensi biasa dengan jalan menjumlakan frekuensi demi frekuensi.
Histogram dan poligon frekuensi Untuk menyajikan dxata yang disusun dalam daftar distribusi frekuensi menjadi diagram batang , seperti biasa dipakai sumbu mendatar untuk menyatakan kelas interfal . Yang dituliskan pada sumbu datar adalah batas – batas kelas interfal. Sekarang tengah tengah tiap sis atas yang berdekatan kita dekatkan atau kita hubungkan dan sisi terakhir dihubungkan dengan setengah jarak kelas interfal pada sumbu datar , selain itu tinggi diagram tiap kalas harus disesuaikan karena tidak sama .

Model populasi semua data dalam populasi dapat dikumpulkan lalu dibuat daftar distribusi frekuensinya dan akhirnya digambar kurfa frekuensinya , maka kurva ini menjelaskan sifat atau kateristik populasinya , bisa juga menjelaskan ciri- ciri populasinya . Dalam praktek , model populasi ini biasanya bisa diperoleh dari sampel representatif yang diambil dari populasi itu .

DAFTAR PUSTAKA

  • Sudjana , Metode Statistika Bandung: Tarsito, 1982
  • Prof. Dr.H. Agus Irianto,Statistik konsep dasar & Aplikasinya .Jakarta ,Kreasindo,2006
  • Drs.I.B.Netra.Statistik Inferansial. Surabaya, Usaha Nasional: 1974
  • H.Nar . Statistik Dasar .Jakarta . Universitas terbuka : 2007
  • Fauzy Akhmad. Statistik Industri . Jogjakarta ,UUI Jogjakarta: 2001

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s