KEPEMIMPINAN MENURUT TEORI SIFAT

Posted: March 13, 2010 in ILMU ADMINISTRASI NEGARA, Kepemimpinan

KEPEMIMPINAN MENURUT TEORI SIFAT

Latar BelakangTeori sifat bertolak dari dasar pemikiran bahwa, keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki oleh pemimpin itu. Sifat-sifat tersebut dapat berupa sifat fisik, dan dapat pula sifat psikologis. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud  ialah kualitas seseorang dengan berbagai macam sifat-sifat, perangi atau cirri-ciri didalamnya.

Teori KepemimpinanTeori Kepempinan adalah  penggeneralisasian satu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya, dengan menonjolkan latar belakang histories, sebab musabab timbulnya kepemimpinan, persyaratan menjadi pemimpin, sifat-sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya, serta etika profesi kepemimpinan.
Sebab Musabab Munculnya pemimpinTiga teori yang menonjol dalam menjelaskan kemunculan pemimpin adalah:

  • Teori genetic menyatakan bahwa pemimpin itu tidak dibuat  tetapi lahir oleh bakat-bakat alami yang luar biasa sejak lahir.
  • Teori social menyatakan bahwa pemimpin tidak terlahirkan begitu saja  akan tetapi harus disiapkan,dididik, dan disiapkan.
  • Teori ekologis atau sistesis menyatakan bahwa seorang akan sukses jadi pemimpin bila sejak lahirnya dia telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan dan bakat-bakat itu sempat dikembangkan melaliu pengalaman dan usaha pendidikan juga sesuai dengan tuntutan lingkungan/ekologisnya.

Tipe dan gaya PemimpinPemimpin itu mempunyai sifat, kebiasaan, temperamen, watak dan kepribadian sendiri yang unik khas, sehingga tingkah laku dan gayanyalah yang membedakan dirinya dengan orang lain.W.J Reddin dalam artikelnya What kind of Manager menentukan watak dan tipe pemimpin atas tiga pola dasar, yaitu:- Berorientasi tugas (task orientation),- Berorientasi hubungan kerja (relationship orientation),- Berorientasi hasil yang efektif (effecivess orientation).
Berdasarkan penonjolan  ketiga orientasi tersebut dapat ditentukan delapan tipe kepemimpinan. Yaitu :

  1. Tipe deserter(pembelot)

Sifatnya : bermoral rendah, tanpa pengabdian, tanpa loyalitas dan sukar diramalkan.

  1. Tipe birokrat

Sifatnya : correct, kaku, patuh pada peraturan dan norma-norma, ia adalah manusia organisasi yang tepat, cermat, berdisiplin dank eras.

  1. Tipe misionaris

Sifatnya : terbuka, penolong, lembut hati, ramah-tamah

  1. Tipe developer(pembangun)

Sifatnya : kreatif, dinamis, inovatif, menaruh kepercayaan pada bawahan.

  1. Tipe otokrat

Sifatnya : keras, diktatoris, mau menang sendiri, keras kepala, sombong

  1. Benevolent autocrat(otokrat yang bijak)

Sifatnya : lancar, tertib, ahli dalam mengorganisir, besar rasa keterlibatan diri

  1. Tipe compromiser(kompromis)

Sifatnya : plinat-plinut, selalu mengikuti angina tanpa pendirian, tidak mempunyai keputusan, berpandangan pendek dan sempit.

  1. tipe eksekutif.

Sifatnya ; Bermutu tinggi, dapat memberikan motivasi yang baik, berpandangan jauh, tekun.
Syarat-Syarat Kepemimpinana.       Kekuasaan ialah kekuatan, otoritas dan legalitas yang memberikan wewenang kepada pemipin guna mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu.b.      Kewibawaan ialah kelebihan, keunggulan, keutamaan, sehingga orang tersebut patuh pada pemimpin, bersedia melakukan perbuatan-perbuatan tertentu.c.       Kemampuan ialah segala daya, kesanggupan, kekuatan dan kecakapan/ketrampilan teknis maupun social, yang dianggap melebihi dari kemampuan anggota biasa.
Dari beberapa definisi yang dikemukakn itu dapat ditarik kesimpulan bahwa pemimpin adalah pribadi yang memiliki kecakapan khusus, dengan atau tanpa pengangkatan resmi dapat mempengaruhi kelompok yang dipimpinnya untuk melakukan usaha bersama mengarah pada pencapaian sasaran-sasaran tertentu.
Sifat-Sifat PemimpinOrdway Tead dalam tulisanya mengemukakan 10 sifat pemimpin yaitu :

  1. Energi jasmaniah dan mental yaitu mempunyai daya tahan, keuletan, kekuatan atau tenaga yang istimewa yang tampaknya seperti tidak akan pernah habis.
  2. Kesabaran akan tujuan dan arah yaitu memiliki keyakinan yang teguh akan kebeneran dan kegunaan dari semua perilaku yang dikerjakan , dia tahu persis kemana arah yang akan ditujunya , serta pasti memberikan kemanfaatan bagi diri sendiri maupun bagi kelompok yang dipimpinnya.
  3. Antusiasme yaitu bahwa pekerjaan yang dilakukan dan tujuan yang akan dicapai itu harus sehat, berarti, bernilai, memberikan harapan-harapan yang menyenangkan, memberikan sukses, dan menimbulkan semangat serta esprit de corps.
  4. Keramahan dan kecintaan yaitu bahwa effection itu berarti kesayangan, kasih saying, cinta, simpati yang tulus, disertai kesediaan berkorban bagi pribadi-pribadi yang disayangi.
  5. Intregitas yaitu bahwa pemimpin itu harus bersifat terbuka, merasa utuh bersatu, sejiwa, dan seperasaan dengan anak buahnya bahkan merasa senasib dan sepenanggungan dalam satu perjuangan yang sama.
  6. Penguasaan teknis yaitu bahwa setiap pemimpin harus memiliki satu atau beberapa kemahiran teknis tertentu agar dia mempunyai kewibawaan dan kekuasaan untuk memimpin kelompoknya.
  7. Ketegasan dalam mengambil keputusan yaitu bahwa pimpinan yang berhasil itu pasti dapat mengambil keputusan secara tepat, tegas dan cepat, sebgai hasil dari kearifan dan pengalamannya.
  8. Kecerdasan yaitu bahwa kecerdasan yang perlu dimiliki oleh setiap pemimpin itu merupakan kemampuan untuk melihat memahami dengan baik, mengerti sebab dan akibat kejadian, menemukan hal-hal yang krusial dan cepat menemukan cara penyelesainnya dalam waktu singkat.
  9. Ketrampilan mengajar yaitu bahwa pemimpin yang baik itu adalah seorang guru pula, yang mampu menuntun, mendidik, mengarahkan, mendorong(memotivir), dan menggerakkan anak buahnya untuk berbuat sesuatu.
  10. Kepercayaan yaitu bahwa keberhasilan pemimpin itu pada umumnya selalu didukung oleh kepercayaan anak buahnya. Yaitu kepercayaan bahwa para anggota pasti dipimpin dengan baik, dipengaruhi secara positif dan diarahkan pada sasaran-sasaran yang benar.

Beberapa Kelemahan Teori SifatBerdasarkan pendapat tokoh-tokoh seperti : Barnard, Ordway Tead, Millet, Stogdill, Davis, G.R. Terry, Ruslan Abdulgani dapat saya simpulkan bahwa didalam perkembangan teori sifat ini disamping mengalami tantangan dan reaksi dari berbagai pihak, didalam prakteknya memang ada kelemahan-kelemahan yang sulit untuk dipraktekkan. Berbagai kelemahan teori sifat tersebut ialah :

  1. Diantara para pendukungnya sendiri tidak ada kesepakatan mengenai sifat-sifat pemimpin tersebut sehingga timbul berbagai pendapat diantara pendukung-pendukung teori tersebut.
  2. Tidak selalu ada relevensi antara sifat-sifat yang dianggap tersebut dengan efektivitas kepemimpinan.
  3. Terlalu sulit untuk menentukan dan mengukur masing-masing sifat yang sangat berbeda-beda satu daripada yang lain.
  4. Situasi dan kondisi tertentu dimana kepemimpinan dilaksanakan memerlukan sifat-sifat pemimpin tertentu pula.
  5. Teori sifat terlalu bersifat deskriptif, tidak memberikan analisis bagaimana sifat-sifat itu kaitannya dengan keberhasilan seorang pemimpin.

Kesimpulan Atas dasar kelemahan-kelemahan tersebut diatas, sementara timbul anggapan bahwa teori sifat, merupakan teori kepemimpinan yang sudah kuno, sebab sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan. Tetapi apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalam berbagai rumusan mengenai sifat, ciri atau perangai pemimpin tersebut, teori sifat justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan atau panutan. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Dalam kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan setiap pemimpin dalam kehidupan organisasi, ditampilkan sebagai tokoh panutan atau tokoh yang selalu diteldani oleh bawahannya.
  2. Sebagai tokoh panutan yaitu tokoh yang diikuti dan dituruti segala perilaku da perbuatannya harus selalu memberikan contoh-contoh positif terhadap bawahannya.
  3. Contoh-contoh tersebut ialah sifat-sifat, perangai yang perlu dimiliki oleh pemimpin yang dapat dirasakan dan dilihat oleh bawahannya.
  4. Agar sifat-sifat tersebut dapat dianut maka sifat-sifat tersebut harus memiliki kelebihan-kelebihan daripada sifat-sifat yang ada pada bawahannya atau sifat-sifat yang diunggulkan yang mampu memberikan dorongan dan inspirasi kepada bawahan.
  5. Kesimpulannya, kepemimpinan yang menganut prinsip keteladanan akan berhasil melaksanakan tugas-tugas kepemimpinannya apabila prinsip-prinsip teori sifat dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s